TAHAP‐TAHAP
INSTALASI
Berikut ini dijelaskan cara instalasi
linux
menggunakan
mode
grafis,
dengan
menggunakan CDROM (untuk lebih jelas
dalam melaksanakan tahap instalasi ini anda dapat membuka http://www.redhat.com/download/howto_download.html#5
1.
Seleksi
Bahasa
untuk Instalasi
Dengan menggunakan mouse, pilih bahasa yang ingin
digunakan untuk menginstal
dan default system linux.

2. Konfigurasi Keyboard
Pilih model keyboard yang paling sesuai dengan komputer. Jika tidak dapat menemukan
yang cocok, pilih Generic yang paling cocok dengan keyboard kita, misalnya Generic 101‐key PC. Pilih
tipe layout keyboard. Rata‐rata keyboard yang ada
menggunakan layout US.English.
Untuk mengubah tipe layout keyboard, gunakan
Keyboard Configuration Tool, atau
ketik
$ redhat-config-keyboard

3. Konfigurasi Mouse
Pilih konfigurasi mouse sesuai dengan system. Jika tidak dapat menemukan mouse yang sama, pilih mouse yang
kompatibel dengan system. Jika tidak
dapat
menemukan
mouse
yang
kompatibel, pilih Generic berdasarkan jumlah tombol dan konektor mouse. Kemudian klik Next.
Untuk mengubah tipe mouse, gunakan Mouse Configuration Tool, atau ketik
$ redhat-config-mouse

4. Upgrade atau Install
Jika ingin melakukan upgrade
dari versi linux sebelumnya, pilih upgrade.Agar bisa memilih paket mana saja
yang hendak diupgrade, klik Customize packages to be upgraded. Jika tidak,
pilih instalasi red hat linux yang baru. Kemudian klik Next

5. Opsi Installasi
Bila anda memilih untuk menginstal linux baru, anda akan masuk pada layer ini. Ada empat opsi yang
diberika, yaitu Server,
Workstation,Personal Desktop dan Custom.
Pilihlah opsi yang sesuai
dengan keperluan anda. Server
membutuhkan
waktu
lebih
lama
untuk
instalasi
dibanding
Laptop dan Workstation, namun melakukan
instalasi lebih komplit, namun membutuhkan hard disk yang lebih besar.
Untuk keterangan lebih jauh, bacalah kembali bagian awal modul ini yang
menjelaskan beda ke 4 opsi instalasi. Klik Next
bila anda sudah memilih.

Pemilihan Tipe
Instalasi
6. Partisi
Pada langkah
ini, anda harus memilih di partisi mana linux hendak diinstall dengan memilih ukuran
dan mount points untuk tiap
partisi
linux.
Anda
juga
dapat
menghapus atau menciptakan partisi baru dimana
linux akan diinstall. Jika anda tidak ingin kehilangan partisi yang sudah ada sebelumnya, pilih untuk melakukan partisi secara manual. Ada dua opsi untuk melakukan partisi :
• Otomatis
• Manual
dengan disk druit

Partisi disk secara otomatis atau dengan Disk
Druid
a. Otomatis
Partisi
otomatis
memungkinkan
anda
melakukan instalasi tanpa melakukan
partisi
secara
manual. Pilihan ini menguntungkan bagi user yang tidak ingin melakukan partisi
sendiri. Jika anda memiliki
OS lain dan tidak ingin menghapus OS ini, serta anda tidak ingin menginstall linux pada MBR anda, atau jika anda ingin
menggunakan boot manager
lain selain LILO,
jangan memilih metode ini untuk instalasi.
Ada 3 opsi yang
diberikan pada partisi otomatis, yaitu
• Remove all Linux partitions on this system — Memilih opsi ini berarti semua partisi linux yang ada
sebelumnya akan
dihapus. Untuk partisi‐parti lain seperti (VFAT atau FAT32) akan tetap aman.
•
Remove
all
partitions
on
this
system
—
Dengan
memilih
opsi
ini,
anda
tidak
hanya
menghlangkan partisi linux
tapi
juga
partisi system
operasi
lain
seperti
:
Windows
9x/NT/2000/ME/XP atau NTFS.
• Keep all partitions
and
use
existing free space — Pilih opsi ini untuk menyimpan data ataupun partisi
anda sebelumnya sepanjang anda masih cukup memiliki ruang di hard disk. Klik Next

Partisi otomatis
b. Manual dengan disk druit
Bila anda menggunakan disk druit, anda harus menentukan mount point apa saja yang akan dipakai pada suatu partisi, tipe filesistemnya,
serta menentukan ukurannya..
Field‐field partisi
Mount point
: Mount point adalah lokasi di
direktori mana volume berada. Device : Bagian ini menunjukkan nama devais partisi
Type : Bagian ini menunjukkan tipe partisi (misalkan Linux Natives,swap,ext3,ext2 atau DOS). Start : field ini menunjukkan silinder mana pada hard disk partisi dimulai
End : field ini menunjukkan silinder mana
pada hard disk partisi diakhiri

Partisi Disk Druid
Beberapa tombol dari disk druit terdiri atas :
•
Add
:
digunakan
untuk
membuat
partisi
baru.
Ketika
kita
membuat
partisi
baru,
tipe
filesistemnya, letak mount point dan
ukurannya juga harus ditentukan.
• Edit : digunakan untuk memodifikasi atribut pada partisi.
• Delete
: digunakan untuk menghapus partisi.
Anda akan diminta konfirmasi atas penghapusan
partisi.
• Reset : digunakan untuk mengembalikan ke status semula. Semua perubahan
akan hilang bila anda menggunakan tombol ini.
• RAID
: gunakan opsi ini bila anda ingin menyediakan redundansi pada partisi hard disk.
Bacalah manual RAID jika anda ingin mengetahui
lebih jauh.
• LVM
: dengan opsi ini anda dapat membuat
partisi logic LVM (Logical
Volume Manager). Tentang LVM, dapat and abaca lebih
lanjut dari manual
LVM. Sebagai pedoman
untuk partisi, pada bab konfigurasi filesistem
disertakan macammacam partisi di linux
dan berapa ukuran yang disarankan.
Setelah selesai, masuklah ke sesi selanjutnya untuk melakukan format terhadap partisi.
Jangan pilih opsi check for bad blocks
while formatting kecuali
anda ingin menghabiskan waktu lebih lama
untuk instalasi.

Menambah partisi dengan disk druid
7. Bootloader Configuration
Setelah anda melakukan partsi
terhadap hard disk,
langkah berikutnya adalah
konfigurasi boot loader. Boot loader
adalah program
yang
dijalankan
ketika
computer dinyalakan.
Bootloader bertugas melakukan
loading kernel,
kemudian kernel akan memeriksa semua devais yang berada pada system dan kemudian menjalankan script init. Karena itu, suatu
system tanpa
boot
loader
tidak
akan
mampu berjalan
sama
sekali.
Jika
sistem
telah
mempunyai bootloader, bootloader tersebut dapat digunakan tanpa harus menginstal
boot loader baru.
Pada dasarnya
Red Hat 9 menggunakan GRUB, namun anda dapat mengganti bootloadernya delngan LILO (bootloader pada versi‐versi Red Hat sebelumnya) atau boot loader lainnya
dengan menggunakan opsi Change boot loader. Pastikan
bahwa apabila anda menggunakan bootloader selain
GRUB dan LILO, bootloader tersebut
harus mampu melakukan booting terhadap Linux.
Jika anda
tidak ingin
menginstal boot loader,
anda bisa
membuat boot disket. Pilih opsi ini Do not install a boot loader setelah
mengklik Change boot loader. Boot
disket ini bisa dibuat saat anda menginstal linux. Untuk amannya,
gunakan GRUB dalam proses instalasi.
Anda dapat mengeset boot loader password
agar setiap kali user mengakses system,
user
harus memasukkan password. Kecuali anda benar‐benar perhatian
pada masalah sekuritas system, bootloader ini tidak perlu dipassword. Jika anda ingin mengeset password, klik pada
checkbox Use a bootloader password. Bila tidak, lewati saja opsi ini.

Boot Loader
Configuration
Untuk
melakukan konfigurasi lebih jauh terhadap
bootloader, seperti letak boot loader
bila anda menggunakan GRUB atau LILO, dimana bootloader tersebut
diinstal, serta bila anda ingin memberikan opsi pada kernel,
pilih Configure advanced
boot loader options
dan kemudian pilih Next.
8.
Advanced Boot Loader Configuration
Setelah anda
memilih boot loader mana untuk diinstal,
anda harus menentukan dimana boot loader tersebut diinstal. Ada dua tempat dimana boot loader
diinstal, yaitu :
• Master
Boot Record (MBR)
Disarankan menginstal boot loader pada tempat ini kecuali ada boot loader yang lain yang telah diinstal di MBR. MBR secara otomatis
diloading oleh BIOS, dan merupakan tempat dimana boot loader pertama kali melakukan booting dan melakukan loading system operasi.
Jika anda menginstal GRUB atau LILO pada MBR, ketika system dijalankanm GRUB atau LILO akan menampilkan pilihan booting
Red Hat atau system operasi
lain yang ada.
• Sektor pertama dari partisi boot
Jika ada bootloader lain pada sstem dan anda ingin boot loader inilah yang berjalan pertama kali, install‐lah GRUB atau LILO pada tempat ini. Dengan
cara ini, system
akan mengecek MBR dulu (dimana bootloader anda bekerja), baru kemudian boot loader tersebut akan menjalankan GRUB atau LILO. GRUB
atau LILO kemudian akan membooting Red
Hat Linux.
Boot Loader Installation
9. Konfigurasi Jaringan
Bila anda tidak memiliki Ethernet card,
lewati
opsi
ini
dan
masuk
ke
langkah
selaanjutnya. Bila ada, kliklah
Edit. Ada dua checkbox Configure with DHCP dan Activate
on boot. Jika anda menggunakan DHCP server, pilihlah
opsi pertama, jika tidak (setting
secara manual), biarkan checkbox
bersih. Pada opsi kedua, jika anda mengklik checkbox
tersebut, anda bisa memilih tiap kali
boot,
Ethernet
card
akan
diaktifkan.
Bila
tidak,
anda harus mengaktifkan Ethernet
card tiap kali anda membutuhkan. Tentunya lebih mudah
bila tiap kali boot, Ethernet
card dalam keadaan aktif, karena
itu, kliklah pilihan ini.
Bila anda menggunakan
DHCP,
maka
anda
tidak
perlu
mengisikan
alamat
IP
dan
netmasknya. Namun jika tidak, masukkan
nomor IP dan netmask.
Tanyakan pada network admin jika anda tidak
mengetahuinya.
Klik
OK. Setelah itu isilah
kolom
dibawah
yang
menunujukkan hostname,
yang
berarti
adalah nama komputer anda.
Jika
anda menggunakan DHCP, cukup klik opsi automatically via DHCP. Jika anda mengeset hostname secara manual, masukkan pada kolom
manually. Hostname adalah nama komputer anda.
Pada Miscellanous setting, masukkan
Gateway, Primary
DNS, Secondary DNS, Tertiary
DNS. Kecuali
anda mneggunakan DHCP, anda harus mengisi gateway
dan DNS. Gateway ini adalah penghubung komputer
anda ke jaringan lain, atau bisa dikatakan jalur keluar masuk jaringan anda. DNS bertugas melakukan
translasi dari nama domain menjadi
nomor IP.
Suatu komputer wajib memiliki
paling tidak satu DNS bila ingin terhubung ke internet. Bila
anda memiliki DNS sekunder dan tersier, isikan juga. Bila tidak, cukup isikan DNS primer.
Pengisian konfigurasi jaringan
ini bisa dilakukan setelah
linux diinstall, dengan menggunakan
menu Network Administration Tool atau dengan mengetik :
$ redhat-config-network

Konfigurasi Jaringan

Edit Interface Jaringan
10.
Konfigurasi firewall
Pada bagian ini, anda harus memilih konfigurasi firewall
untuk computer anda. Red Hat Linux
menggunakan
firewall
untuk
meningkatkan keamanan system. Firewall
bertugas
sebagai penjaga antara computer anda dan jaringan
dan juga menentukan resource apa yang bisa diakses oleh user luar.
Opsi ini memungkinkan anda untuk mengeblok
computer lain yang ingin melakukan login ke computer anda. Ada dua pilihan, Firewall
dengan tingkat sekuritas tinggi atau medium dan No firewall. Pilihan
ini mempengaruhi tingkat sekuritas computer anda bila terhubung ke jaringan.
a. High
Jika
anda memilih opsi inoi, system anda tidak akan menerima koneksi
selain yang ada pada
default setting. Secara default hanya
koneksi ini yang mungkinditerima.
1. DNS replies
2. DHCP
Firewall akan mengeblok :
1. Active mode FTP
2. IRC DCC file transfers
3. RealAudioTM
4. Remote X Window System clients
Pilihan ini sebaiknya dipakai bila anda tidak akan menginstal server pada computer anda. Jika ada
tambahan service, anda bisa memilih
Customize untuk memungkinkan service‐service
khusus dapat dijalankan lewat firewall.
b. Medium
Jika anda memilih medium,
firewall anda tidak akan memungkinkan computer
lain untuk login ke computer anda. Secara default, akses
berikut tidak diijinkan.
1. Port kurang dari 1023 – termasuk diantaranya ftp,SSH,telnet dan HTTP
2. NFS port 2049
3. Lokal X Window System display untuk remote X clients
Pilihan ini diambil ketika anda masih menginginkan layanan seperti RealAudioTM, sementara masih mengeblok
akses
ke
layanan
service
lainnya.
Seperti
juga
pada
High,
anda
bisa
memilih layanan tertentu yang bisa
melewati firewall.
c. No
Firewall
No firewall
akan melewatkan semua service pada firewall tanpa melakukan cek
security.
Pilih
layanan ini bila anda memiliki jaringan yg aman dan anda ingin
melakukan
konfigurasi
firewall sendiri.
Jika
anda memilih medium atau high, maka metode otentikasi jaringan
seperti NIS dan LDAP tidak akan bekerja.
Customize
Pilihan ini memungkinkan
anda memilih service mana yang anda perbolehkan melewati firewall anda.
Trusted Devices
Trusted device memungkinkan
anda untuk memilih devais
tersebut sebagai interface yang anda
percaya, sehingga devais
tersebut terlepas
dari
semua
pengawasan
firewall.
Disarankan untuk tidak memilih trusted device, terutama jika system terhubung langsung ke internet dan anda benar‐benar yakin
jaringan
anda
aman. Untuk kolom ini, disarankan jangan lakukan klik.
Allow incoming
Pilihan ini memungkinkan anda untuk memilih
service apa yang bisa dilewatkan firewall.
Beberapa service atau layanan yang bisa dipilih adalah HTTP, FTP, SSH, DHCP, SMTP, Telnet.
Anda bisa menambahkan service yang anda inginkan lewat “Other
ports:” dengan format
port:protocol atau service:protocol, issal : 517:udp atau imap:tcp.
Jika
pada
konfigurasi
jaringan digunakan DHCP, jangan lupa untuk klik DHCP.
Bila anda ingin mengubah
konfigurasi firewall,
gunakan Security Level Configuration Tool
atau ketik :
$ redhat-config-securitylevel

Konfigurasi Firewall
11.
Pemilihan bahasa
Dengan
menggunakan mouse, pilihlah bahasa yang anda ingin pergunakan untuk system linux anda. Secara
default, bahasa yang dipergunakan adalah
bahasa yang digunakan saat instalasi. Anda bisa mengubah default bahasa setelah instalasi.Anda bisa memilih lebih dari satu
bahasa, namun opsi ini akan memakan
lebih banyak tempat. Bila anda hanya memilih
satu bahasa, maka hanya bahasa
tersebut yang akan dipergunakan saat anda bekerja
pada linux, kecuali anda mengganti
bahasa
tersebut. Tombol Reset berarti anda kembali
menggunakan default bahasa sebelumnya,
sedangkan Select All berarti anda memilih semua
bahasa yang ada. Jika anda ingin
mengubah bahasa setelah
instalasi, loginlah
sebagai root dan gunakan
Language Configuration Tool atau
ketik :
$ redhat-config-language

Pemilihan bahasa untuk operasi linux
12.
Seleksi Daerah Waktu
Anda bisa mengklik daerah waktu dimana anda berada. Kliklah pada interaktif
map yang ada. Untuk instalasi ini, coba
klik
peta
yang
menunjukkan
lokasi
Jakarta.
Jika
anda
ingin
mengubah zona waktu setelah
instalasi, loginlah
sebagai root dan gunakan
Time and Date Properties Tool atau ketik :
$ timeconfig.

Pemilihan Zona Waktu
13.
Root Password
Root pada linux sama fungsinya dengan administrator pada windows NT. Login root sangat
penting karena account ini digunakan untuk
menginstall paket, upgrade
RPM dan system maintenance.
Masukkan password
root pada kolom Root Password dan tulis kembali
password tersebut pada isian Confirm. Pilih password root yang tidak mudah
ditebak dengan menggunakan perpaduan huruf
besar dan kecil jika diperlukan.
Password root adalah password
administrative untuk linux.
Login sebagai root seharusnya
hanya digunakan untuk maintenance system. Account root memiliki kuasa penuh, karena itu perubahan saat login sebagai root akan mempengaruhi keseluruhan system.
Jika anda ingin mengubah password root setelah
instalasi, loginlah sebagai root dan gunakan
Root Password
Tool atau ketik :
$ redhat-config-rootpassword

Set Password
Root
14.
Memilih Grup Paket
Pada tahap
ini anda dapat melakukan
instalasi paket‐paket
aplikasi . Bila anda memilih
accept the current package
list, Linux akan menginstall paket‐paket default
sesuai dengan tipe instalasi anda, yaitu personal
desktop, server, workstation. Jika anda memilih
personal desktop, maka anda akan melihat tampilan layar seperti
dibawah. Jika dipilih
customize the set
of packages to be installed, anda dapat memilih grup‐grup paket‐paket software
yang diinstall. Grup‐grup ini terdiri
atas
sejumlah
aplikasi
individu, misalkan seperti gambar
dibawah grup paket EDITOR terdiri
atas 3 aplikasi yaitu: EMACS, XEMACS, VIM‐Enhanced.
Bila anda memilih customize, maka akan tampak
layer dibawah. Pilihlah
grup paket yang
anda butuhkan.

Pilih sendiri atau Mener

Pemilihan Grup Paket untuk Instalasi
Bila
diklik Details, akan muncul tampilan
dibawah. Pada layar dibawah, dapat dilihat aplikasi apa saja yang bisa dipilih. Klik aplikasi yang anda inginkan. Jika dipilih Everything, artinya linux akan menginstal semua aplikasi yang ada. Keuntungannya anda mendapatkan linux yang lengkap,
sehingga
tidak
perlu
menginstal jika
suatu
saat
ada
aplikasi yang dibutuhkan (kecuali bila
aplikasi
itu
tidak
ada di CD linux), namun anda
membutuhkan
tempat yang besar (5GB) dan waktu instalasi
lebih lama.

Pemilihan Individual Paket untuk Grup
Paket Editor
Jika anda mengklik Select individual packages.
Akan muncul layar berikut, dan
pilihlah paket‐paket yang anda butuhkan.

Pemilihan Individual Paket untuk Grup
Paket Editors
Jika
anda gunakan flat view, anda
dapat memilih software‐software
individu secara alfabetik. Jika anda
gunakan tree view,
anda dapat memilih
software sesuai listing
grup paket. Pilih select all in group untuk memilih
semua paket dalam grup atau unselect
all in group untuk tidak memilih paket manapun dalam suatu grup.
15.
Masalah Dependensi
Banyak
paket‐paket software
tergantung pada paket‐paket software
yang lain untuk bekerja, yang disebut dependensi. Contoh, banyak tool
administrasi grafis Red
Hat
tergantung pada paket
python and
pythonlib packages.
Red Hat mampu
melakukan cek terhadap
dependensi suatu paket ketika anda menginstal
atau menghapus paket tersebut.
PAda gambar dibawah,
tampak layer unresolved dependencies tiap kali ada software yang
membutuhkan software lain/ Pada dasar layer, tampak listing paket‐paket yang kurang.
Jika anda mengklik opsi Install
packages to satisfy dependencies, linux akan menyelesaikan masalah ini secara otomatis
dengan menambahkan semua paket yang dibutuhkan dari list
paket yang dipilih. Jika dipilih
opsi Do not install packages that have dependencies artinya jika masalah dependensi muncul
maka
linux
tidak
akan
menginstal
software
yang
telah
dipilih. Sebaliknya jika opsi terakhir yang dipilih,
yaitu Ignore packet
dependencies artinya jika masalah dependensi muncul,
maka walaupun ada masalah
dependensi, masalah ini tidak
akan dihiraukan. Linux hanya akan memasang paket yang dipilih saja.

Unresolved Dependencies
Jika anda ingin menginstall atau menghapus paket‐paket aplikasi
setelah instalasi, loginlah sebagai root dan gunakan Package
Management Tool atau ketik :
$ redhat-config-packages
16.
Siap untuk Instalasi
Setelah memilih
paket‐paket aplikasi untuk
diinstal, akan
tampak
layer
yang menyatakan system siap untuk
menginstal
paket‐paket aplikasi
tersebut,
Log
lengkap
mengenai instalasi bisa dilihat pada /root/install.log once setelah system direboot.
Jika anda ingin membatalkan instalasi sebelum penulisan partisi dan program
diinstall,
tekanlah
tombol reset atau Ctrl‐Alt‐Del. Jika anda ingin meneruskan,
klik Next.
Instalasi Paket‐Paket Aplikasi
Pada tahap ini anda cukup menunggu instalasi
semua paket yang anda pilih. Lama instalasi
tergantung banyaknya paket
yang anda pilih dan kecepatan
komputer anda.

Instalasi Paket
17.
Pembuatan boot disk
Untuk membuat boot disket, masukkan disket yang sudah diformat ke drive A anda dan klik
Next. Boot disket sangat berguna
bila system tidak bisa boot lewat boot loade yang ada.
Boot disket dapat dibuat setelah instalasi dengan perintah mkboot.

Pembuatan boot disk
18.
Konfigurasi Video Card
Jika
anda hendak menginstall paket‐paket XWindow,
anda dapat mengkonfigurasinya lewat GUI ini. Jika tidak ingin menginstall
XWindow, tinggalkan bagian ini dan masuklah ke bagian
selanjutnya. Anda dapat memilih dari listing video card dari GUI yang disediakan
oleh X Configurator. Jika video card anda tidak
ada, ini
artinya X Configurator mungkin tidak mendukung video card
tersebut.
Jika
anda
memiliki
pengetahuan
teknis
tentang card tersebut, pilih Unlisted Card dan coba cocokkan video card anda
dengan
yang ada pada
listing XConfigurator.

Pemilihan Video Card
Kemudian, masukkan jumlah memory
video yang diinstall
pada video card (Video card RAM). Lihatlah manual
pada
video
card
anda. Linux dapat mendeteksi memory secara
otomatis. Bila memory ini tidak cocok, XWindow tidak akan berjalan dengan baik. Jika anda
hendak kembali ke nilai semula,
pilih the Restore
original values. Pilih
Skip X Configuration jika anda ingin
mengkonfigurasi setelah instalasi
atau anda tidak ingin melakukannya.
Jika anda ingin mengganti
konfigurasi video card setelah instalasi,
loginlah sebagai root dan
gunakan X Configuration Tool atau ketik :
$ redhat-config-xfree86
Konfigurasi X – Monitor and Customization
Xconfigurator
juga menyediakan listing
monitor
yang
dapat
anda
pilih.
Anda
bisa menggunakan pilihan monitor yang dideteksi
secara otomatis (lebih aman) atau memilih
monitor lain.
19.
Pemilihan Monitor
Jika
monitor anda tidak ada di list tersebut, pilih model Generic
yang ada. Jika anda memilih model generic, XConfigurator akan memilihkan
vertical dan horizontal rangenya. Untuk amannya, cek dokumentasi monitor tersebut
dan jangan memilih
kapabilitas yang berlebih karena akan membahayakan monitor anda. Jika anda ingin mengubah
seperti nilai semula, klik
Restore
original
values
untuk
kembali
ke setting semula. Klik Next
setelah
mengkonfigurasi monitor anda.
20.
Custom Configuration
Pilih
resolusi dan kedalaman warna untuk
XConfigurator. Jika tipe instalasi
adalah
server, ada dua pilihan mode yang bisa digunakan : Teks atau Grafis.
Jika menggunakan mode teks, maka tampilan
linux berupa command prompt, seperti tampilan DOS. Untuk tipe
workstation dan personal
desktop, maka sistem secara otomatis melakukan
booting untuk mode grafis. Klik Next untuk melanjutkan.

Konfigurasi Custom
Jika
anda
ingin
mengganti
X
Configuration
setelah instalasi, loginlah sebagai
root
dan
gunakan X Configuration Tool atau ketik :
$ redhat-config-xfree86
21.
Installation Complete
Setelah
selesai, komputer anda akan reboot dan anda dapat mulai menggunakan linux. Ketika anda booting,
linux akan masuk ke tahap konfigurasi berikutnya, seperti
setting
waktu, Red Hat Networks, login user‐user lain ataupun instalasi program atau aplikasi
lain. Isikan informasi yang dibutuhkan lalu klik Next sampai masuk ke tahap akhir konfigurasi.
Komputer akan reboot untuk kedua kalinya.
Setelah reboot anda akan melihat
tampilan login, masukkan user name dan password anda.
22. FILE‐FILE LOG
Setelah booting,
anda dapat mengecek
informasi konfigurasi yang telah anda lakukan
selama instalasi dengan
melihat log file pada :
• /var/log/dmesg: menunjukkan isi buffer kernel setelah
/etc/rc.d/rc.sysinit
• /var/log/messages: output dari daemon system logging syslogd
• /root/install.log: informasi logging
dari program installer
Untuk lebih jelas lagi tentang tutorial ini, dapat anda browsing alamat
website : http://www.unix-tutorials.com/tutorials.php?os=RedHat





Tidak ada komentar:
Posting Komentar