Widget


Senin, 16 Desember 2013

Produktif TKJ

TAHAP‐TAHAP INSTALASI


Berikut ini  dijelaskan  cara  instalasi  linux  menggunakan  mode  grafis,  dengan  menggunakan CDROM (untuk lebih jelas dalam melaksanakan tahap instalasi ini anda dapat membuka http://www.redhat.com/download/howto_download.html#5

1.     Seleksi Bahasa untuk Instalasi


Dengan menggunakan mouse, pilih bahasa yang  ingin digunakan untuk menginstal dan default system linux.

















2.     Konfigurasi Keyboard


Pilih model keyboard yang paling sesuai dengan komputer. Jika tidak dapat menemukan yang cocok, pilih Generic yang paling cocok dengan keyboard kita, misalnya Generic 101‐key PC. Pilih tipe layout keyboard. Rata‐rata keyboard yang ada menggunakan layout US.English.

Untuk mengubah tipe layout keyboard, gunakan Keyboard Configuration Tool, atau ketik


$ redhat-config-keyboard








3.     Konfigurasi Mouse


Pilih konfigurasi mouse sesuai dengan system. Jika tidak dapat menemukan mouse yang sama, pilih  mouse   yang   kompatibel  dengan  system.  Jika  tidak  dapat  menemukan  mouse  yang kompatibel, pilih Generic berdasarkan jumlah tombol dan konektor mouse. Kemudian klik Next.

Untuk mengubah tipe mouse, gunakan Mouse Configuration Tool, atau ketik


$ redhat-config-mouse






4.      Upgrade atau Install

Jika ingin melakukan upgrade dari versi linux sebelumnya, pilih upgrade.Agar bisa memilih paket mana saja  yang hendak diupgrade, klik Customize packages to be upgraded. Jika tidak, pilih instalasi red hat linux yang baru. Kemudian klik Next








5.     Opsi Installasi


Bila anda memilih untuk menginstal linux baru, anda akan masuk pada layer ini. Ada empat opsi yang diberika, yaitu Server, Workstation,Personal Desktop dan Custom. Pilihlah opsi yang sesuai dengan  keperluan  anda.  Server  membutuhkan  waktu  lebih  lama  untuk  instalasi  dibanding Laptop dan Workstation, namun melakukan instalasi lebih komplit, namun membutuhkan hard disk yang lebih besar. Untuk keterangan lebih jauh, bacalah kembali bagian awal modul ini yang

menjelaskan beda ke 4 opsi instalasi. Klik Next bila anda sudah memilih.




Pemilihan Tipe Instalasi


6.     Partisi


Pada langkah ini, anda harus memilih di partisi mana linux hendak diinstall dengan memilih ukuran  dan   mount  points  untuk  tiap  partisi  linux.  Anda  juga  dapat  menghapus  atau menciptakan partisi baru  dimana  linux akan diinstall. Jika anda tidak ingin kehilangan partisi yang sudah ada sebelumnya, pilih untuk melakukan partisi secara manual. Ada dua opsi untuk melakukan partisi :

• Otomatis


• Manual dengan disk druit




Partisi disk secara otomatis atau dengan Disk Druid


a. Otomatis


Partisi  otomatis  memungkinkan  anda  melakukan  instalasi  tanpa  melakukan  partisi  secara manual. Pilihan  ini menguntungkan bagi user yang tidak ingin melakukan partisi sendiri. Jika anda memiliki OS lain dan tidak ingin menghapus OS ini, serta anda tidak ingin menginstall linux pada MBR anda, atau jika anda ingin  menggunakan boot manager lain selain LILO, jangan memilih metode ini untuk instalasi.

Ada 3 opsi yang diberikan pada partisi otomatis, yaitu


• Remove all Linux partitions on this system — Memilih opsi ini berarti semua partisi linux yang ada sebelumnya  akan dihapus. Untuk partisi‐parti lain seperti (VFAT atau FAT32) akan tetap aman.

•  Remove  all  partitions  on  this  system  —  Dengan  memilih  opsi  ini,  anda  tidak  hanya menghlangkan   partisi   linux   tapi   juga   partisi   system   operasi   lain   seperti   :   Windows
9x/NT/2000/ME/XP atau NTFS.


• Keep  all  partitions  and  use  existing  free  space  —  Pilih  opsi  ini  untuk  menyimpan  data ataupun partisi anda sebelumnya sepanjang anda masih cukup memiliki ruang di hard disk. Klik Next



Partisi otomatis





b. Manual dengan disk druit

Bila anda menggunakan disk druit, anda harus menentukan mount point apa saja yang akan dipakai pada suatu partisi, tipe filesistemnya, serta menentukan ukurannya..


Field‐field partisi

Mount point : Mount point adalah lokasi di direktori mana volume berada. Device : Bagian ini menunjukkan nama devais partisi
Type : Bagian ini menunjukkan tipe partisi (misalkan Linux Natives,swap,ext3,ext2 atau DOS). Start : field ini menunjukkan silinder mana pada hard disk partisi dimulai
End : field ini menunjukkan silinder mana pada hard disk partisi diakhiri





Partisi Disk Druid





Beberapa tombol dari disk druit terdiri atas :


•  Add  :  digunakan  untuk  membuat  partisi  baru.  Ketika  kita  membuat  partisi  baru,  tipe filesistemnya, letak mount point dan ukurannya juga harus ditentukan.

• Edit : digunakan untuk memodifikasi atribut pada partisi.


• Delete : digunakan untuk menghapus partisi. Anda akan diminta konfirmasi atas penghapusan partisi.


• Reset : digunakan untuk mengembalikan ke status semula. Semua perubahan akan hilang bila anda menggunakan tombol ini.

• RAID : gunakan opsi ini bila anda ingin menyediakan redundansi pada partisi hard disk. Bacalah manual RAID jika anda ingin mengetahui lebih jauh.

• LVM : dengan opsi ini anda dapat membuat partisi logic LVM (Logical Volume Manager). Tentang LVM, dapat and abaca lebih lanjut dari manual LVM. Sebagai pedoman untuk partisi, pada bab konfigurasi filesistem  disertakan macammacam partisi di linux dan berapa ukuran yang disarankan.

Setelah selesai, masuklah ke sesi selanjutnya untuk melakukan format terhadap partisi. Jangan pilih opsi check for bad blocks while formatting kecuali anda ingin menghabiskan waktu lebih lama untuk instalasi.



Menambah partisi dengan disk druid


7.      Bootloader Configuration

Setelah anda melakukan partsi terhadap hard disk, langkah berikutnya adalah konfigurasi boot  loader.  Boot  loader  adalah  program  yang  dijalankan  ketika  computer  dinyalakan. Bootloader bertugas  melakukan  loading kernel, kemudian kernel akan memeriksa semua devais yang berada pada system dan  kemudian menjalankan script init. Karena itu, suatu system  tanpa  boot  loader  tidak  akan  mampu   berjalan  sama  sekali.  Jika  sistem  telah mempunyai bootloader, bootloader tersebut dapat digunakan tanpa harus menginstal boot loader baru.
Pada dasarnya Red Hat 9 menggunakan GRUB, namun anda dapat mengganti bootloadernya delngan LILO  (bootloader pada versi‐versi Red Hat sebelumnya) atau boot loader lainnya dengan menggunakan opsi Change boot loader. Pastikan bahwa apabila anda menggunakan bootloader selain GRUB dan LILO,  bootloader tersebut harus mampu melakukan booting terhadap  Linux. Jika  anda tidak  ingin menginstal  boot  loader,  anda  bisa  membuat  boot disket. Pilih opsi ini Do not install a boot loader setelah mengklik Change boot loader. Boot disket ini bisa dibuat saat anda menginstal linux. Untuk amannya, gunakan  GRUB  dalam proses instalasi.
Anda dapat mengeset boot loader password agar setiap kali user mengakses system, user

harus memasukkan password. Kecuali anda benar‐benar perhatian pada masalah sekuritas system, bootloader ini tidak perlu dipassword. Jika anda ingin mengeset password, klik pada checkbox Use a bootloader password. Bila tidak, lewati saja opsi ini.



Boot Loader Configuration





Untuk melakukan konfigurasi lebih jauh terhadap bootloader, seperti letak boot loader bila anda  menggunakan GRUB atau LILO, dimana bootloader tersebut diinstal, serta bila anda ingin memberikan opsi pada kernel, pilih Configure advanced boot loader options dan kemudian pilih Next.


8.      Advanced Boot Loader Configuration

Setelah anda memilih boot loader mana untuk diinstal, anda harus menentukan dimana boot loader tersebut diinstal. Ada dua tempat dimana boot loader diinstal, yaitu :


•     Master Boot Record (MBR)

Disarankan menginstal boot loader pada tempat ini kecuali ada boot loader yang lain yang telah diinstal  di  MBR. MBR secara otomatis diloading oleh BIOS, dan merupakan tempat dimana boot loader pertama kali melakukan booting dan melakukan loading system operasi. Jika anda menginstal GRUB atau LILO pada MBR, ketika system dijalankanm GRUB atau LILO akan menampilkan pilihan booting Red Hat atau system operasi lain yang ada.

• Sektor pertama dari partisi boot

Jika ada bootloader lain pada sstem dan anda ingin boot loader inilah yang berjalan pertama kali, install‐lah  GRUB atau LILO pada tempat ini. Dengan cara ini, system akan mengecek MBR dulu (dimana bootloader  anda bekerja), baru kemudian boot loader tersebut akan menjalankan GRUB atau LILO. GRUB atau LILO kemudian akan membooting Red Hat Linux.




Boot Loader Installation


9.     Konfigurasi Jaringan

Bila  anda  tidak  memiliki  Ethernet  card,  lewati  opsi  ini  dan  masuk  ke  langkah selaanjutnya. Bila ada, kliklah Edit. Ada dua checkbox Configure with DHCP dan Activate on boot. Jika anda menggunakan DHCP server, pilihlah opsi pertama, jika tidak (setting secara manual), biarkan checkbox bersih. Pada opsi kedua, jika anda mengklik checkbox tersebut, anda  bisa  memilih  tiap  kali  boot,  Ethernet  card  akan  diaktifkan.  Bila  tidak,  anda  harus mengaktifkan Ethernet card tiap kali anda membutuhkan. Tentunya lebih  mudah bila tiap kali boot, Ethernet card dalam keadaan aktif, karena itu, kliklah pilihan ini.
Bila  anda  menggunakan  DHCP,  maka  anda  tidak  perlu  mengisikan  alamat  IP  dan

netmasknya. Namun jika tidak, masukkan nomor IP dan netmask. Tanyakan pada network admin  jika  anda  tidak  mengetahuinya.  Klik  OK.  Setelah  itu  isilah  kolom  dibawah  yang menunujukkan   hostname,    yang   berarti   adalah                                                                  nama   komputer   anda.   Jika   anda menggunakan DHCP, cukup klik opsi automatically via DHCP. Jika anda mengeset hostname secara manual, masukkan pada kolom manually. Hostname adalah nama komputer anda.
Pada Miscellanous setting, masukkan Gateway, Primary DNS, Secondary DNS, Tertiary

DNS. Kecuali anda mneggunakan DHCP, anda harus mengisi gateway dan DNS. Gateway ini adalah penghubung komputer anda ke jaringan lain, atau bisa dikatakan jalur keluar masuk jaringan anda. DNS bertugas melakukan translasi dari nama domain menjadi nomor IP.
Suatu komputer wajib memiliki paling tidak satu DNS bila ingin terhubung ke internet. Bila

anda memiliki DNS sekunder dan tersier, isikan juga. Bila tidak, cukup isikan DNS primer. Pengisian konfigurasi jaringan ini bisa dilakukan setelah linux diinstall, dengan menggunakan menu Network Administration Tool atau dengan mengetik :
$ redhat-config-network




Konfigurasi Jaringan


Edit Interface Jaringan


10.         Konfigurasi firewall

Pada bagian ini, anda harus memilih konfigurasi firewall untuk computer anda. Red Hat Linux   menggunakan  firewall  untuk  meningkatkan  keamanan  system.  Firewall  bertugas sebagai penjaga antara  computer anda dan jaringan dan juga menentukan resource apa yang bisa diakses oleh user luar. Opsi ini memungkinkan anda untuk mengeblok computer lain yang ingin melakukan login ke computer anda. Ada dua pilihan, Firewall dengan tingkat sekuritas tinggi atau medium dan No firewall. Pilihan ini mempengaruhi  tingkat sekuritas computer anda bila terhubung ke jaringan.


a. High

Jika anda memilih opsi inoi, system anda tidak akan menerima koneksi selain yang ada pada default setting. Secara default hanya koneksi ini yang mungkinditerima.
1. DNS replies

2. DHCP

Firewall akan mengeblok :

1. Active mode FTP

2. IRC DCC file transfers

3. RealAudioTM

4. Remote X Window System clients

Pilihan ini sebaiknya dipakai bila anda tidak akan menginstal server pada computer anda. Jika ada tambahan  service, anda bisa memilih Customize untuk memungkinkan service‐service khusus dapat dijalankan lewat firewall.

b. Medium

Jika anda memilih medium, firewall anda tidak akan memungkinkan computer lain untuk login ke computer anda. Secara default, akses berikut tidak diijinkan.
1. Port kurang dari 1023 – termasuk diantaranya ftp,SSH,telnet dan HTTP

2. NFS port 2049

3. Lokal X Window System display untuk remote X clients


Pilihan ini diambil ketika anda masih menginginkan layanan seperti RealAudioTM, sementara masih  mengeblok  akses  ke  layanan  service  lainnya.  Seperti  juga  pada  High,  anda  bisa memilih layanan tertentu yang bisa melewati firewall.

c. No Firewall

No firewall akan melewatkan semua service pada firewall tanpa melakukan cek security. Pilih layanan  ini  bila  anda  memiliki  jaringan  yg  aman  dan  anda  ingin  melakukan  konfigurasi firewall  sendiri.  Jika  anda  memilih  medium  atau  high,  maka  metode  otentikasi  jaringan seperti NIS dan LDAP tidak akan bekerja.
Customize

Pilihan ini memungkinkan  anda memilih service mana yang anda perbolehkan melewati firewall anda.
Trusted Devices

Trusted device memungkinkan anda untuk memilih devais tersebut sebagai interface yang anda   percaya,   sehingga   devais   tersebut   terlepas   dari   semua   pengawasan   firewall. Disarankan untuk tidak memilih trusted device, terutama jika system terhubung langsung ke internet  dan  anda  benar‐benar  yakin  jaringan  anda  aman.  Untuk  kolom  ini,  disarankan jangan lakukan klik.
Allow incoming

Pilihan ini memungkinkan anda untuk memilih service apa yang bisa dilewatkan firewall. Beberapa service atau layanan yang bisa dipilih adalah HTTP, FTP, SSH, DHCP, SMTP, Telnet. Anda bisa menambahkan service  yang anda inginkan lewat “Other ports:” dengan format port:protocol  atau  service:protocol,  issal  :  517:udp  atau  imap:tcp.  Jika  pada  konfigurasi jaringan digunakan DHCP, jangan lupa untuk klik DHCP.
Bila anda ingin mengubah konfigurasi firewall, gunakan Security Level Configuration Tool

atau ketik :

$ redhat-config-securitylevel



Konfigurasi Firewall







11.         Pemilihan bahasa

Dengan menggunakan mouse, pilihlah bahasa yang anda ingin pergunakan untuk system linux anda.  Secara default, bahasa yang dipergunakan adalah bahasa yang digunakan saat instalasi. Anda bisa mengubah default bahasa setelah instalasi.Anda bisa memilih lebih dari satu bahasa, namun opsi ini akan memakan lebih banyak tempat. Bila anda hanya memilih satu bahasa, maka hanya bahasa tersebut yang akan dipergunakan saat anda bekerja pada linux,  kecuali  anda  mengganti  bahasa  tersebut.  Tombol  Reset   berarti  anda  kembali menggunakan default bahasa sebelumnya, sedangkan Select All berarti anda memilih semua


bahasa yang ada. Jika anda ingin mengubah bahasa setelah instalasi, loginlah sebagai root dan gunakan Language Configuration Tool atau ketik :
$ redhat-config-language





Pemilihan bahasa untuk operasi linux





12.         Seleksi Daerah Waktu

Anda bisa mengklik daerah waktu dimana anda berada. Kliklah pada interaktif map yang ada. Untuk  instalasi   ini,  coba  klik  peta  yang  menunjukkan  lokasi  Jakarta.  Jika  anda  ingin mengubah zona waktu setelah  instalasi, loginlah sebagai root dan gunakan Time and Date Properties Tool atau ketik :
$ timeconfig.





Pemilihan Zona Waktu








13.         Root Password

Root pada linux sama fungsinya dengan administrator pada windows NT. Login root sangat penting karena  account ini digunakan untuk menginstall paket, upgrade RPM dan system maintenance.
Masukkan password root pada kolom Root Password dan tulis kembali password tersebut pada isian  Confirm. Pilih password root yang tidak mudah ditebak dengan menggunakan perpaduan huruf besar dan kecil jika diperlukan.


Password root adalah password administrative untuk linux. Login sebagai root seharusnya hanya digunakan untuk maintenance system. Account root memiliki kuasa penuh, karena itu perubahan saat login sebagai root akan mempengaruhi keseluruhan system.
Jika anda ingin mengubah password root setelah instalasi, loginlah sebagai root dan gunakan

Root Password Tool atau ketik :

$ redhat-config-rootpassword





Set Password Root


14.         Memilih Grup Paket

Pada tahap ini  anda  dapat  melakukan  instalasi paket‐paket  aplikasi . Bila anda memilih accept the  current package list, Linux akan menginstall paket‐paket default sesuai dengan tipe instalasi anda, yaitu personal desktop, server, workstation. Jika anda memilih personal desktop, maka anda akan melihat tampilan layar seperti dibawah. Jika dipilih customize the set of packages to be installed, anda dapat memilih  grup‐grup paket‐paket software yang diinstall.  Grup‐grup  ini  terdiri  atas  sejumlah  aplikasi  individu,  misalkan  seperti  gambar dibawah grup paket EDITOR terdiri atas 3 aplikasi yaitu: EMACS, XEMACS,  VIM‐Enhanced. Bila anda memilih customize, maka akan tampak layer dibawah. Pilihlah grup paket yang anda butuhkan.



Pilih sendiri atau Mener



Pemilihan Grup Paket untuk Instalasi



Bila diklik Details, akan muncul tampilan dibawah. Pada layar dibawah, dapat dilihat aplikasi apa saja  yang bisa dipilih. Klik aplikasi yang anda inginkan. Jika dipilih Everything, artinya linux akan menginstal semua aplikasi yang ada. Keuntungannya anda mendapatkan linux  yang  lengkap,  sehingga  tidak  perlu  menginstal  jika  suatu  saat  ada  aplikasi  yang dibutuhkan  (kecuali  bila  aplikasi  itu  tidak  ada  di  CD  linux),  namun  anda  membutuhkan tempat yang besar (5GB) dan waktu instalasi lebih lama.



Pemilihan Individual Paket untuk Grup Paket Editor


Jika anda mengklik Select individual packages. Akan muncul layar berikut, dan pilihlah paket‐paket yang anda butuhkan.



Pemilihan Individual Paket untuk Grup Paket Editors



Jika anda  gunakan  flat view,  anda dapat memilih software‐software  individu secara alfabetik. Jika  anda gunakan tree view, anda dapat memilih software sesuai listing grup paket. Pilih select all in group untuk memilih semua paket dalam grup atau unselect all in group untuk tidak memilih paket manapun dalam suatu grup.




15.         Masalah Dependensi

Banyak paket‐paket software tergantung pada paket‐paket software yang lain untuk bekerja,  yang   disebut  dependensi.  Contoh,  banyak  tool  administrasi  grafis  Red  Hat tergantung pada paket python  and pythonlib packages. Red Hat mampu melakukan cek terhadap dependensi suatu paket ketika anda menginstal atau menghapus paket tersebut.


PAda gambar dibawah, tampak layer unresolved dependencies tiap kali ada software yang membutuhkan software lain/ Pada dasar layer, tampak listing paket‐paket yang kurang. Jika anda mengklik opsi Install packages to satisfy dependencies, linux akan menyelesaikan masalah ini secara otomatis dengan  menambahkan semua paket yang dibutuhkan dari list paket yang dipilih. Jika dipilih opsi Do not install packages that have dependencies artinya jika  masalah  dependensi  muncul  maka  linux  tidak  akan  menginstal  software  yang  telah dipilih. Sebaliknya jika opsi terakhir yang dipilih, yaitu Ignore packet  dependencies artinya jika masalah dependensi muncul, maka walaupun ada masalah dependensi, masalah ini tidak akan dihiraukan. Linux hanya akan memasang paket yang dipilih saja.



Unresolved Dependencies


Jika anda ingin menginstall atau menghapus paket‐paket aplikasi setelah instalasi, loginlah sebagai root dan gunakan Package Management Tool atau ketik :
$ redhat-config-packages

16.          Siap untuk Instalasi

Setelah  memilih   paket‐paket   aplikasi   untuk   diinstal,   akan   tampak   layer   yang menyatakan   system  siap  untuk  menginstal  paket‐paket  aplikasi  tersebut,  Log  lengkap mengenai instalasi bisa dilihat pada /root/install.log once setelah system direboot. Jika anda ingin  membatalkan  instalasi  sebelum  penulisan  partisi  dan  program  diinstall,  tekanlah tombol reset atau Ctrl‐Alt‐Del. Jika anda ingin meneruskan, klik Next.
Instalasi Paket‐Paket Aplikasi

Pada tahap ini anda cukup menunggu instalasi semua paket yang anda pilih. Lama instalasi tergantung banyaknya paket yang anda pilih dan kecepatan komputer anda.


Instalasi Paket






17.         Pembuatan boot disk

Untuk membuat boot disket, masukkan disket yang sudah diformat ke drive A anda dan klik Next. Boot  disket  sangat berguna bila system tidak bisa boot lewat boot loade yang ada. Boot disket dapat dibuat setelah instalasi dengan perintah mkboot.


Pembuatan boot disk


18.         Konfigurasi Video Card

Jika anda hendak menginstall paket‐paket XWindow, anda dapat mengkonfigurasinya lewat GUI ini. Jika tidak ingin menginstall XWindow, tinggalkan bagian ini dan masuklah ke bagian selanjutnya. Anda dapat memilih dari listing video card dari GUI yang disediakan oleh X Configurator. Jika video card anda tidak ada,  ini artinya X Configurator mungkin tidak mendukung  video  card  tersebut.  Jika  anda  memiliki  pengetahuan  teknis  tentang  card tersebut, pilih Unlisted Card dan coba cocokkan video card anda  dengan  yang ada pada listing XConfigurator.



Pemilihan Video Card



Kemudian, masukkan jumlah memory video yang diinstall pada video card (Video card RAM).  Lihatlah  manual  pada  video  card  anda.  Linux  dapat  mendeteksi  memory  secara otomatis. Bila memory ini tidak cocok, XWindow tidak akan berjalan dengan baik. Jika anda hendak kembali ke nilai semula, pilih the Restore original values. Pilih Skip X Configuration jika anda ingin mengkonfigurasi setelah instalasi atau anda tidak ingin melakukannya.
Jika anda ingin mengganti konfigurasi video card setelah instalasi, loginlah sebagai root dan gunakan X Configuration Tool atau ketik :
$ redhat-config-xfree86


Konfigurasi X – Monitor and Customization

Xconfigurator  juga   menyediakan   listing   monitor   yang   dapat   anda   pilih.   Anda   bisa menggunakan  pilihan monitor yang dideteksi secara otomatis (lebih aman) atau memilih monitor lain.

19.         Pemilihan Monitor

Jika monitor anda tidak ada di list tersebut, pilih model Generic yang ada. Jika anda memilih model  generic, XConfigurator akan memilihkan vertical dan horizontal rangenya. Untuk amannya, cek dokumentasi  monitor tersebut dan jangan memilih kapabilitas yang berlebih karena akan membahayakan monitor anda. Jika anda ingin mengubah seperti nilai semula,  klik  Restore  original  values  untuk  kembali  ke  setting  semula.  Klik  Next  setelah mengkonfigurasi monitor anda.



20.         Custom Configuration

Pilih resolusi  dan  kedalaman  warna  untuk  XConfigurator.  Jika  tipe  instalasi  adalah server, ada dua  pilihan mode yang bisa digunakan : Teks atau Grafis. Jika menggunakan mode teks, maka tampilan linux berupa command prompt, seperti tampilan DOS. Untuk tipe workstation dan personal desktop, maka sistem secara otomatis melakukan booting untuk mode grafis. Klik Next untuk melanjutkan.



Konfigurasi Custom


Jika  anda  ingin  mengganti  X  Configuration  setelah  instalasi,  loginlah  sebagai  root  dan gunakan X Configuration Tool atau ketik :
$ redhat-config-xfree86



21.         Installation Complete

Setelah selesai, komputer anda akan reboot dan anda dapat mulai menggunakan linux. Ketika  anda  booting,  linux  akan  masuk  ke  tahap  konfigurasi  berikutnya,  seperti  setting waktu, Red Hat Networks, login user‐user lain ataupun instalasi program atau aplikasi lain. Isikan informasi yang dibutuhkan lalu klik  Next sampai masuk ke tahap akhir konfigurasi.


Komputer akan reboot untuk kedua kalinya. Setelah reboot anda akan melihat tampilan login, masukkan user name dan password anda.

22.  FILE‐FILE LOG

Setelah booting, anda dapat mengecek informasi konfigurasi yang telah anda lakukan selama instalasi dengan melihat log file pada :
• /var/log/dmesg: menunjukkan isi buffer kernel setelah /etc/rc.d/rc.sysinit

• /var/log/messages: output dari daemon system logging syslogd

• /root/install.log: informasi logging dari program installer


Untuk lebih jelas lagi tentang tutorial ini, dapat anda browsing alamat website : http://www.unix-tutorials.com/tutorials.php?os=RedHat



Tidak ada komentar:

Posting Komentar