Widget


Senin, 16 Desember 2013

PRODUKTIF TJA (CONTOH PROPOSAL PERENCANAAN INSTALASI KABEL SEKUNDER DI TRIKORA, BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN ) YANG DIBUAT OLEH SISWA SMK TELKOM BJB JURUSAN TJA . SEMANGAT !!!!!!





                                                                  Kelas: XIC

DI SUSUN OLEH :
·         Khairullah
·         Muhammad Mauli Rahman
·         Nur Hikmah Maulida
·         Otsavianto Rukmananda
·         Romiyana
·         Yasinta Putri Arisandi
·         Yuongky Putra

                               



Kata Pengantar

Puji syukur dan terima kasih kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan karunia-Nya. Terima kasih pula kepada Bp. Banin yang telah membimbing kami dan teman-teman yang telah membantu kami dalam pembuatan proposal ini, sehingga proposal ini dapat terselesaikan dengan baik.
Proposal ini di susun oleh Khairullah, Muhammad Mauli Rahman, Nur Hikmah Maulida, Otsavianto Rukmananda, Romiyana, Yasinta Putri Arisandi, Yuongky Putra yang berdasarkan hasil survey lapangan kami.
Kami mohon maaf atas ketidak sempurnaan laporan yang kami buat karena keterbatasan pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan yang kami miliki. Kami juiga mohon maaf atas ketidak sesuaian pada tata cara penulisan dan bahasa pada proposal ini, kritik dan saran dari pembaca sangat kami butuhkan untuk lebih sempurnanya proposal ini. 



DAFTAR ISI
COVER…………………………………………………………………………………….. 1
KATA PENGHANTAR…………………………………………………………………….2
DAFTAR ISI………………………………………………………………………….…3-4
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………..5
1.1  Latar Belakang ………………………………………………………………….5
1.2  Maksud dan Tujuan …………………………………….………………………5
1.3  Batasan Masalah ………………………………………………………………..5
1.4  Metode Penulisan Proposal ……………………………………………………6
BAB II PROSES PRODUKSI DAN JASA ………………………………………………..7
2.1  Waktu Dan Tempat Pelaksanaan ……………………..……………………….7
2.1.1 Tempat Pelaksanaan……………………………………………………..7
2.2  Bahan / Material Jasa Dan Peralatan………………………………………….8
2.2.1        Material…………….………………………………………………….8
2.2.2        Jasa Pengadaan Kabel……………………….……………………..9-10
2.2.3        Alat Yang Diperlukan……………………………………………..11-12
     2.3 Gambar Kerja……………………………………………..……………….......12
2.3.1   Peta Dasar……………………………………………………………….13
2.3.2    Peta Lokasi……………………………………………………………..14
2.3.3    Peta Jaringan…………………………………………………………...15
2.3.4  Peta Gabungan…………………………………………………………..16
2.4Sistematika Kerja……………………………………………………………18-19
     2.5 Pengukuran Uji Tahanan……………………………………………………….19
2.5.1 Pengukuran Tahanan Isolasi…………………………………………….20
2.5.2 Pengukuran Tahanan Screen…………………………………………….20
2.5.3 Pengukuran Kontinuitas Saluran………………………………………...20
     2.6 Rincian Biaya……………………………………………………………….21-22
BAB III TEMUAN………………………………………………………………....25-26
3.1  Keterlaksanaan ( Faktor Pendukung dan Penghambat )…………………..26
3.1.1        Faktor Pendukung……………………………………………...26
3.1.2        Faktor Penghambat……………………………………….........26
3.2  Manfaat Yang Di Rasakan…………………………………………………………….26
3.3  Pengembangan Atau Tindak Lanjut…………………………………………………..26
BAB IV PENUTUP………………………………………………………………………..27
4.1  Kesimpulan……………………………………………………………………27
4.2  Saran…………………………………………………………………………...27
FOTO-FOTO LOKASI……………………………………………………………….28-29




BAB I

PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang
Pada tahun 60-an di Indonesia yaitu masa yang tidak ada alat telekomunikasi menggunakan teknologi maka masyarakat menggunakan telegraph untuk komunikasi jarak jauh. Dengan adanya kemajuan zaman di bidang teknologi maka muncullah alat telekomunikasi yang bernama telepon, sehingga menyebabkan kebutuhan masyarakat akan alat teknologi telekomunikasi meningkat untuk mempermudah komunikasi jarak jauh. Oleh karena itu perusahaan telekomunikasi perlu mengadakan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat dan memperluas jaringan, namun dewasa ini kebutuhan telepon sangatlah sedikit, masyarakat cenderung menggunakan handphone, pada zaman sekarang dalam pemasangan jaringan, masyarakat cenderung membutuhkan pelayanan internet, seperti speedy.
Pada saat ini interrnet bukanlah di anggap barang mewah lagi namun sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Oleh karena itu permintaan pemasangan jaringan internet semakin meningkat, jaringan yang sudah terpasang tidak memenuhi kebutuhan pelanggan. Di samping itu, masyarakat semakin sadar dan ingin mengikuti perkembangan teknologi pada masa ini.
Jaringan kabel telepon dan internet yang kami rencanakan merupakan jaringan kabel sekunder yang dimulai dari RK (Rumah Kabel) sampai DP (Distribution Point) yang akan dibangun menggunakan KTTL (Kabel Tanah Tanam Langsung).


1.2           Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan penyusunan proposal ini:
a.       Sebagai pertanggung jawaban atas tugas yang di berikan oleh Pembimbing
b.      Sebagai pembelajaran bagi kami untuk mengetahui perencanaan instalasi kabel
c.       Sebagai tempat untuk menerapkan apa yang sudah di pelajari
d.      Sebagai menambah luas wawasan terhadap dunia kerja
e.       Sebagai pemersatu agar memupuk kerja sama yang baik antar kelompok maupun siswa
f.       Untuk mengetahui kondisi lapangan secara langsung sebelum praktek kerja industry.
g.      Mengeratkan tali persaudaraan diantara anggota kelompok.

1.3           Batasan Masalah                  
              Penggelaran kabel sekunder yang kami rencanakan di daerah Perumahan Trikora Banjarbaru, mulai dari RK (Rumah Kabel) sampai DP (Distribution Point) menggunakan KTTL (Kabel Tanah Tanam Langsung) dan sarana sambung kabel berupa UC (Universal Closure). Penggunaan KTTL pada jaringan ini dikarenakan jika dilihat dari segi kerapian dan keindahan yang sangat berpengaruh pada lingkungan perumahan yang tergolong perumahan baru sehingga dapat memberikan kesan tidak semerawut serta dilihat dari kondisi lapangan yang lebih baik menggunakan KTTL dari pada Kabel Udara. Untuk penggunaan UC lebih disebabkan karena sifat penyambungannya yang dapat bertahan dalam jangka waktu lama dan memerlukan penanganan yang lebih sederhana apabila ada sambungan yang rusak.


1.4           Metode Penulisan Proposal

Dalam pembuatan proposal ini, Penulis memperoleh data – data yang diperlikan dari berbagai pihak dengan menggunakan beberapa metode. Adapun metode – metode yang di gunakan adalah :
1.     Metode Observasi
Dengan mengadakan metode observasi, penulisan langsung mengadakan pengamatan dan pencatatan terhadap pekerjaan yang dilakukan.
2.     Metode Wawancara
Penulis mengadakan tanya jawab dengan pembimbing mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan yang tidak dimengerti
3.     Metode Kepustakaan
Penulis mengupulkan data – data yang di perlukan dari buku – buku dan sumber – sumber bacaan lain yang dapat membantu dalam proses pelaksanaan penyusunan propsal perencanaan.
4.      Metode Deduktif
Untuk metode penulisan kami menggunakan metode deduktif yaitu penulisan yang diawali dari hal-hal yang bersifat umum khusus (terperinci).




BAB II
PROSES PRODUKSI DAN JASA
2.1WaktuDan Tempat Pelaksanaan
No
Kegiatan
Juli
Agustus
September
Oktober
November
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
1.
Pemberitahuan bahwa ada tugas










T
E
S
T

M
I
D





2.
Pembentukan kelompok















3.
Survey















4.
Menggambar hasil survey















5.
Konsultasi















6.
Mengerjakan laporan















7.
Laporan selesai















8.
Pengajuan Poposal















9.
Pembahasan
















2.1.1   Tempat Pelaksanaan
‘‘Pencarian Lokasi Survey’’ untuk menyusun proposal ini dilaksanakan di daerah Jl.Trikora, pelaksanaan ini dilakukan pertama kali pada bulan Agustus minggu Pertama.




2.2 Bahan / Material, Jasa dan Peralatan
2.2.1 Material                    
No
Nama Material
Satuan
Jumlah
1
KT 300X2X0.6
meter
0
2
KT 200X2X0.6
meter
2060,88
3
KT 100X2X0.6
meter
193,68
4
KT 80 X2X0.6
meter
0
5
KT 60X2 X0.6
meter
81,54
6
KT 50X2 X0.6
meter
118,2
7
KT 40X2X0.6
meter
3
8
KT 30 X2 X0.6
meter
428,28
9
KT 20 X2 X0.6
meter
202,8
10
KT 10X2X0.6
meter
93,84
11
Tiang 7
batang
21
12
DP 10 Pair Krone
Buah
13
13
DP 20 Pair Krone
Buah
8
14
UC 3-6
Buah
4
15
UC 4-6
Buah
3
16
UC 6-9
Buah
2
17
UC 6-18
Buah
7
18
Connector UY
Buah
3240
19
Pipa galvanis 4"
batang
10
20
Kain Majun
Kg
1
21
Pasir
m3
2
22
Kawat berduri
meter
10
2.2.2          Jasa Pengadaan Kabel
No
Uraian Pekerjaan
Satuan
Jumlah
1
Penarikan KT kap 300"
Meter
0
2
Penarikan KT kap 200"
Meter
1994
3
Penarikan KT kap 100"
Meter
184
4
Penarikan KT kap 80"
Meter
0
5
Penarikan KT kap 60"
Meter
77
6
Penarikan KT kap 50"
Meter
110
7
Penarikan KT kap 40"
Meter
0
8
Penarikan KT kap 30"
Meter
414
9
Penarikan KT kap 20"
Meter
190
10
Penarikan KT kap 10"
Meter
92
11
Penyambungan KT kap 300"
Titik
0
12
Penyambungan KT kap 200"
Titik
7
13
Penyambungan KT kap 100"
Titik
2
14
Penyambungan KT kap 80"
Titik
0
15
Penyambungan KT kap 60"
Titik
1
16
Penyambungan KT kap 50"
Titik
2
17
Penyambungan KT kap 40"
Titik
0
18
Penyambungan KT kap 30"
Titik
2
19
Penyambungan KT kap 20"
Titik
3
20
Penyambungan KT kap 10"
TItik
0
21
Penggalian alur kabel Tanah
Meter
3179,22
22
Perbaikan kembali bekas galian Tanah
Meter
3179,22
20
Perbaikan kembali bekas galian Pipa Galvanis
Meter
10
21
Instalasi DP kap 20"
Buah
8
22
Instalasi DP kap 10"
Buah
13
23
Terminasi kabel sekunder di RK
Pair
400
24
Pengecetan Tiang
Batang
21
25
Penanaman Tiang
Batang
21
26
Pengecoran Tiang
Batang
21
27
Labelling DP
Buah
21
28
Grounding DP & Pemasangan
Buah
6
29
Pengetesan kabel sekunder
Pair
400
30
Waspang setempat 1 orang
Hari
30
31
As-built drawing + hard copy + soft copy
Lembar
2
32
Pengiriman material KP
1s
2
33
Perizinan , direksikit , gudang lapang
1sm
2




2.2.3 Alat Yang Diperlukan
No
Nama Alat
Satuan
Jumlah
1
PERENCANAAN

a. Alat tulis
Set
2

b. Meteran
Meter
2
2
PENGGALIAN ALUR PENGGALIAN KABEL


a. Cangkul
Buah
10

b. Linggis
Buah
10

c. Sekop
Buah
10

d. Meteran
Buah
10
3
PENARIKAN DAN PENGGELARAN KABEL

a. Alat transportasi
Buah
2

b. Dongkrak kabel
Buah
2
4
PENYAMBUNG UC

a. Gergaji
Buah
6

b. Tang kombinasi
Buah
6

c. Knip tang
Buah
6

d. Pisau bengkok
Buah
6

e. Obeng
Buah
6

f. Pita ukur
Buah
6

g. Palu
Buah
6

h. Toolkits UC
Set
6

i. Cutter
Buah
6
5
TERMINASI DP & RK

a. Insertion tool
Buah
5

b. Test phone
Buah
5

c. Knip tang
Buah
5
6
PENGUKURAN



a. AVO meter
Buah
5

b. Megger Earth Tester
Buah
2

c. Knip tang
Buah
5

d. Cutter
Buah
5
7
KESELAMATAN KERJA

a. Helm
Buah
5

b. Sabuk pengaman
Buah
5

c. Tangga
Buah
5

d. Tenda
Buah
6

e. Rambu-rambu pengaman
Set
5




2.3 Gambar Kerja

2.3.1 Peta Dasar











 









                                                                                                                



2.3.2 Peta Lokasi
2.3.3 Peta Jaringan





2.3.4 Peta Gabungan
2.4           Sistematika Kerja
a.     Perencanaan
                        Langkah kerja :
a.       Tentukan rute jalur kabel yang akan digelar
b.      Lakukan pengkuran panjang rute jalur kabel yang telah ditentukan
c.       Tentukan lokasi penempatan tiang dan DP secara sistematis
d.      Hitung jumlah material dan jasa
e.       Buat skema jalur kabel dari RK sampai DP
b.     Persiapan
a.       Siapkan seluruh alat, material dan tenaga kerja
b.      Siapkan peta penggalian dan penggelaran kabel
c.      Operasi/ Langkah Kerja
a.       Beri tanda sepanjang alur yang akan digali
b.      Lakukan penggalian alur kedalaman dengan lebar alur kabel atas = ± 40 cm serta sebelah bawah = ± 30 cm dan dengan kedalaman 60 cm
c.       Untuk kabel yang menyebrang jalan, dalam galian adalah100 cm. Di dalam galian, letakkan 2 pipa besi untuk meletakkan kabel dan cadangan
d.      Jika dalam penggalian terdapat kabel listrik maka jarak minimal adalah 80 cm dan kabel harus dimasukkan ke dalam pipa besi
e.       Galian lubang tempat penyambungan kabel berukuran lebar 1 meter, panjang 1 meter dan kedalaman 80 cm
f.       Galian alur kabel jika ada tiang listrik harus berjarak minimal 30 cm
g.      Untuk kabel yang menyebrang selokan dimasukkan ke dalam pipa besi galvanis dan jaraknya terhadap pinggir parit minimal 25 cm
h.      Jika penggalian telah selesai, isi galian dengan pasir dengan tebal 5-7 cm
i.        Penarikan dimulai dari ujung jauh alur kabel (ujung kabel yang menjauhi sentral/ RK)
j.        Kabel dipasangkan di atas dongkrak kabel dan ujung kepala kabel ditarik melalui bagian bawah haspel
k.      Haspel dan dongkrak kabel pada posisi tetap, sedangkan ujung kepala kabel ditarik perlahan-lahan menuju RK
l.        Agar kabel tidak bergesekan dengan tanah, kabel ditarik oleh beberapa orang dan dipegang pada jarak tertentu, satu sama lain mengambil jarak antara 3 sampai 4 meter
m.    Pada setiap penyebrangan (jalan dan selokan) ujung kabel dimasukkan ke dalam pipa yang telah disediakan
n.      Setelah ujung sampai pada tujuan, kabelyang telah ditarik dapat dimasukkan ke dalam galian yang sebelumnya telah diisi dengan pasir
o.      Sisa kabel dapat dipotong, setelah diukur secukupnya dan ujung kabel yang telah dipotong segera ditutup/ didrop untuk menghindari kerusakan pada kabel
p.      Sebeelum tiang didirikan, pasang DP dan riser pipe pada tiang, lakukan terminasi kabel DP di bawah agar memudahkan proses penterminasian
q.      Setelah proses terminasi selesai, dirikan tiang
r.        Pada titik-titik penyambungan, lakukan penyambungan dengan UC dengan memasang tenda dan member rambu-rambu sepanjang area kerja
s.       Setelah semua selesai, galian kabel dapat ditutup/ ditimbun dengan pasir hingga tebal pasir seluruhnya adalah 10-15 cm
t.        Pasang warning tape sepanjang alur kabel
u.      Padatkan tanah urug dan timbun lagi dengan batu-batu dan aspal untuk jalur pada tepi jalan




2.5           Pengukuran Uji Terima
2.5.1 Pengukuran Tahanan Isolasi
Pengukuran isolasi dilakukan untuk mengetahui besarnya tahanan isolasi KTTL yang digunakan agar kualitas jaringan tembaga yang digelar terjaga dengan baik. Alat, material serta langkah kerja pengukuran isolasi, yaitu :
1.      Alat                 : Megger Earth Tester
  Gergaji Besi
              Cutter
              Knip Tang
2.      Material           : KTTL
3.      Langkah Kerja :
a.       Kupas kulit KTTL hingga PE dalam kabel.
b.      Pisahkan Urat kabel pilih urat yang akan di ukur kemudian kupas isolasi berwana pada kabel tersebut.
c.       Sediakan Megger, Salah satu ujung kabel di bundle menjadi satu seluruh urat. Jika yang akan di ukur adalah urat kabel biru – putih maka pada ujung pertama hubungkan urat biru – putih dengan kutub magger dan ujung lainnya kedua urat tersebut di pisah dari bundelan seluruh kabel dan di pilin menjadi satu ( biru – putih ).
d.      Atur Megger pada posisi 500 V, tekan start higga layar Megger menunjukkan angka tertentu. Untuk harga standar tahanan isolasi adalah 29,99. Untuk mengukur urat yang lain, lakukan hal yang sama seperti pada urat biru – putih.
e.       Lakukan pengukuran hingga seluruh urat diketahui nilai tahanan isolasi.
f.       Hati – hati dalam penggunaan Megger yang mempunyai tegangan tinggi.




2.5.2 Pengukuran Tahanan Screen
                Aluminium foill adalah pita aluminium yang dipasang secara tumpang tindih (overlap) melilit kabel dan dipasang untuk pengamanan kabel dari gangguan tegangan liar.
            Oleh karena itu Aluminium foil ini harus terhubung dengan baik ke ground pada setiap titik terminal.
Alat, material serta langkah kerja pengukuran tahanan screen, yaitu :
  1. Alat                 :           a. AVOmeter
b. Gergaji besi
c. Cutter
d. Knip tang
  1. Material           :           KTTL
  2. Langkah Kerja            :
    1. Pada kedua ujung kabel, kupas PE luar hingga aluminium foil kabel tersebut terlihat (lebarnya ± 2 cm)
    2. Kupas isolasi berwarna urat kabel yang akan diukur. Pada ujung pertama urat pertama dihubungkan dengan AVOmeter, kutub satu dihubungkan pada kedua dihubungkan dengan aluminium foil
    3. AVOmeter disetting pada parameter ohm (Ω), catat hasil yang tampak pada AVOmeter, lakukan pengukuran yang sama hingga seluruh urat kabel diketahui nilai tahanan screennya





2.5.3Pengukuran Kontinuitas Saluran
                Pengukuran Kontinuitas dilakukan untuk mengetahui kontinuitas elektris urat kabel sepanjang saluran, apakah kabel tersebut baik atau ada yang terputus.
Alat, material serta langkah kerja pengukuran kontinuitas saluran, yaitu :
  1. Alat                 :           a. AVOmeter
b. Gergaji besi
c. Cutter
d. Knip tang
  1. Material           : KTTL
  2. Langkah Kerja            :
    1. Pilin 1 quad kabel tanah, kupas pada kedua ujungnya
    2. Pada ujung pertama, pair pertama (biru-putih) dipilin jadi satu dan pada ujung kedua pair tersebut dihubungkan dengan AVOmeter
    3. Setting AVOmeter pada parameter ohm (Ω)
    4. Jika kedua ujung telah disatukan dan dihubungkan dengan AVOmeter kemudian AVOmeter kemudian AVOmeter berbunyi “tiiiit” itu menandakan saluran tersebut baik sehingga pengukuran dilanjutkan sampai semua urat diketahui kontinuitasnya.








2.6Rincian Biaya

No
Nama Material
Satuan
Vol
Harga sesuai RAB


Harga Satuan
Jumlah Harga


1
KT 300X2X0.6
meter
0
 Rp          268.300,00
Rp 0,00


2
KT 200X2X0.6
meter
2060,88
 Rp         182.763,00
Rp 376.652.611,44


3
KT 100X2X0.6
meter
193,68
 Rp         104.900,00
Rp 20.317.032


4
KT 80 X2X0.6
meter

 Rp 0
Rp 0,00


5
KT 60X2 X0.6
meter
81,54
 Rp           65.400,00
Rp 5.332.716


6
KT 50X2 X0.6
meter
118,2
 Rp           56.200,00
Rp 6.642.840


7
KT 40X2X0.6
meter
3
 Rp           48.400,00
Rp 145.200


8
KT 30 X2 X0.6
meter
428,28
 Rp           39.700,00
Rp 17.002.716


9
KT 20 X2 X0.6
meter
202,8
 Rp           33.400,00
Rp 6.773.520


10
KT 10X2X0.6
meter
93,84
 Rp           20.700,00
Rp 1.942.488


11
Tiang 7
batang
21
   Rp        1,438,800.00
Rp 30.214.800


12
DP 10 Pair Krone
buah
13
   Rp        483,000.00
Rp 6.279.000


13
DP 20 Pair Krone
buah
8
Rp      327,600.00
Rp  2.620.800


14
UC 3-6
buah
4
Rp      258,300.00
Rp 1.033.200


15
UC 4-6
buah
3
Rp      270,900.00
Rp 812.700


16
UC 6-9
buah
2
Rp  1,260,000.00
Rp 2.520.000


17
UC 6-18
buah
7
Rp 1.312.500,00
Rp 9.187.500


18
Connector UY
buah
3240
Rp              370.00
Rp  1.198.800


19
Pipa galvanis 4"
batang
10
Rp      995,400.00
Rp9.954.000,00


20
Kain Majun
Kg
1
Rp        14,385.00
Rp14.385,00


21
Pasir
m3
2
Rp        69,000.00
Rp138.000,00


22
Kawat berduri
meter
10
Rp  2,625,000.00
Rp26.250.000,00


JUMLAH TOTAL HARGA MATERIAL
Rp525.032.308,44

10


                                                                         



No
Uraian Pekerjaan
Satuan
Jumlah
Harga sesuai RAB
Harga Satuan
Jumlah Harga
1
Penarikan KT kap 300"
meter
0
Rp         268.300,00
Rp 0,00
2
Penarikan KT kap 200"
meter
1994
Rp         182.763,00
Rp  364.429.422
3
Penarikan KT kap 100"
meter
184
Rp         104.900,00
Rp 19.301.600
4
Penarikan KT kap 80"
meter
0
Rp           81.900,00
Rp 0,00
5
Penarikan KT kap 60"
meter
77
Rp           65.400,00
Rp5.035.800
6
Penarikan KT kap 50"
meter
110
Rp           56.200,00
Rp6.182.000
7
Penarikan KT kap 40"
meter
0
Rp           48.400,00
Rp 0,00
8
Penarikan KT kap 30"
meter
414
Rp           39.700,00
Rp 7.066.600
9
Penarikan KT kap 20"
meter
190
Rp           33.400,00
Rp 6.346.000,00
10
Penarikan KT kap 10"
meter
92
Rp           20.700,00
Rp 1.904.400,00
11
Penyambungan KT kap 300"
titik
0
Rp         373.000,00
Rp1.119.000,00
12
Penyambungan KT kap 200"
titik
7
Rp         354.905,00
Rp354.905,00
13
Penyambungan KT kap 100"
titik
2
Rp         354.905,00
Rp1.064.715,00
14
Penyambungan KT kap 80"
titik
0
Rp         354.905,00
Rp709.810,00
15
Penyambungan KT kap 60"
titik
1
Rp         354.905,00
Rp354.905,00
16
Penyambungan KT kap 50"
titik
2
Rp         182.700,00
Rp182.700,00
17
Penyambungan KT kap 40"
titik
0
Rp         170.600,00
Rp0,00
18
Penyambungan KT kap 30"
titik
2
Rp         163.600,00
Rp327.200,00
19
Penyambungan KT kap 20"
titik
3
Rp         153.980,00
Rp 461.940,00
20
Penyambungan KT kap 10"
titik
0
Rp         120.700,00
Rp. 0,00
21
Penggalian alur kabel Tanah
meter
3179,22
Rp             5.775,00
Rp 18.359.996,00
22
Perbaikan kembali bekas galian Tanah
meter
3179,22
Rp             2.100,00
Rp 6.676.362,00
23
Perbaikan kembali bekas galian Pipa Galvanis
meter
10
Rp         297.150,00
Rp2.971.500,00
24
Instalasi DP kap 20"
buah
8
Rp           42.525,00
Rp 340.200,00
25
Instalasi DP kap 10"
buah
13
Rp           31.500,00
Rp 409.500,00
26
Terminasi kabel sekunder di RK
pair
400
Rp             1.260,00
Rp504.000,00
27
Pengecetan Tiang
batang
21
Rp           47.250,00
Rp 992.250,00
28
Penanaman Tiang
batang
21
Rp           47.250,00
Rp 992.250,00
29
Pengecoran Tiang
batang
21
Rp           47.250,00
Rp 992.250,00
30
Labelling DP
buah
21
Rp           21.000,00
Rp 441.000,00
31
Grounding DP & Pemasangan
buah
6
Rp      2.047.500,00
Rp 12.447.000,00
32
Pengetesan kabel sekunder
pair
400
Rp             1.260,00
Rp504.000,00
30
Waspang setempat 1 orang
hari
30
Rp         105.000,00
Rp3.150.000,00
31
As-built drawing + hard copy + soft copy
lembar
2
Rp         157.500,00
Rp315.000,00
32
Pengiriman material KP
1s
2
Rp      2.100.000,00
Rp4.200.000,00
33
Perizinan , direksikit , gudang lapang
1sm
2
Rp      5.250.000,00
Rp10.500.000,00
JUMLAH TOTAL HARGA JASA PELAKSANAAN
Rp478.636.305,00

2.7 REKAPITULASI
No
Uraian pekerjaan
Jumlah Biaya
1
Pengadaan material yang diperlukan
Rp 525.032.308,44
2
Pengadaan jasa pelaksanaan
Rp 478.636.305,00
3
Keuntungan pemborong 7% x jumlah total harga material dan pelaksanaan
Rp 36.752.262
4
PPn 10% dari jumlah total harga jasa pelaksanaan
Rp 47.863.630,5
5
TOTAL BIAYA KESELURUHAN
Rp1.088.284.505,94
6
DIBULATKAN
RP. 1.100.000.000
7
TERBILANG : Satu Miliar seratus juta rupiah




Bab III
Temuan
3.1  Keterlaksanaan ( Faktor Pendukung dan Penghambat )
3.1.1 Faktor Pendukung
            Faktor Pendukung dalam pelaksanaan proposal perencanaan ini adalah :
a.       Kerjasama Anggota kelompok yang sangat baik sehingga sangat membantu dalam pelaksanaan proposal perencanaan ini.
b.      Pembimbing dari pihak sekolah yang selalu memberkan masukan – masukan  yang dapat membantu pelaksanaan proposal perencanaan ini.
3.1.2 Faktor Penghambat
Faktor Penghambat dalam pelaksanaan proposal perencanaan ini adalah :
a.       Faktor alam yang tidak mendukung saat di laksanakan praktek atau survey, seperti hujan.
b.      Ketidakcocokan waktu konsultasi dengan pembimbing dan sumber – sumber lain yang membuat penyusun proposal terhambat.
c.       Adanya tugas lain yang bersamaan


3.2 Manfaat  Yang Dirasakan
            Manfaat yang dapat di rasakan setelah melaksanakan proposal perencanaan ini adalah :
1.      Penulis dapat memahami langkah – langkah merencanakan suatu perluasan jaringan.
2.      Penulis dapat merasakan secara langsung kondisi kerja di lapangan dan mengetahui cara bekerjasama dengan orang.


3.3 Pengembangan atau Tindak Lanjut
            Proposal perencanaan ini mengambil tempat di Loktabat Utara tepatnya pada BALITAN yang berada di jalan Karang Anyar 11 yang nantinya akan di jadikan sebagai kawasan pemukiman penduduk. Mengingat hal tersebut maka perluasan jaringan eksisting ke daerah tersebut harus cepat di laksanakan agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen.
            Perencanaan perluasan jaringan harus dapat memenuhi kreteria dan ketentuan yang berlaku agar dapat benar – benar memberikan yang terbaik kepada pelanggan serta dapat meningkatkan pemdapatan PT.  Telkom. Di lapangan di temui kenyataan bahwa harga material dan pengadaan jasa yang semakin meningkat hal ini tidak berarti dalam merencanakan suatu jaringan  suatu perencana yang ingin menekan harga seminimal mungkin sehingga mengabaikan standar mutu dari suatu jaringan yang di rencanakan.
















Bab IV
Penutup
4.1 Kesimpulan
            Pelaksanaan proposal perencanaan sangat penting artinya bagi seluruh siswa, sebelum melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang telah membuat siswa dapat merasakan langsung kondisi kerja di lapangan maka dengan adanya pembuatan Proposal Perencanaan ini siswa dapat lebih memahami kondisi lapangan kerja yang dimulai dari merencanakan suatu proyek, melaksanakan hingga mempertanggung jawabkan pekerjaan tersebut sampai selesai dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
            Dalam merencanakan suatu perluasan maupun pembuatan jaringan baru, seorang perencana harus benar – benar memperhatikan beberapa hal, antara lain :
1.      Kondisi lapangan saat ini dan ramalan kondisi lapangan beberapa tahun ke depan
2.      Kualitas dan pemenuhan standar mutu yang sesuai dengan spesifikasi standar yang telah ditentukan oleh PT. Telkom
3.      Waktu pelaksanaan proposal perencanaan yang dibuat, kalau pun ingin mempercepat waktu pelaksanaan hal tersebut tidak berarti mengabaikan ketentuan yang berlaku.


4.2 Saran
            Saran yang dapat penulis berikan setelah melaksanakan proposal perencanaan ini adalah :
1.      Pihak sekolah hendaknya lebih sering memberikan praktik langsung agar siswa lebih dapat memahami kondisi lapangan
2.      Pekerjaan lapangan hendaknya lebih memperhatikan sistematika kerja yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan untuk mencapai hasil yang benar – benar memuaskan





LAMPIRAN FOTO-FOTO LOKASI



                                                                                                                                           











KEGIATAN
PENGIKUT
HARI
A (PERSIAPAN IZIN)
B,E
7
B (PENGADAAN MATERIAL)
C,H,I,D,F,G
5
C (PENGECORAN TIANG)
L,N
7
D (PENGGELARAN KABEL SEKUNDER)
H,I
6
E (PERSIAPAN ALAT)
D,F,G,J,K,I
2
F (PENGGALIAN ALUR KABEL)
H,I,J,K
3
G (PENYAMBUNGAN KABEL)
I,J,K
3
H (PEMASANGAN TIANG TELEPON)
L,N
5
I (PEMASANGAN ACC TELEPON)
L,M
5
J (PERBAIKAN KEMBALI BEKAS GALIAN)
N,M
4
K (PENGECATAN TIANG)
M
3
L (GROUNDING DP/RK)
O
3
M (TERMINASI RK/DP)
O
3
N (PENOMORAN DP/RK)
O
3
O (TESTING UJI TERMINAL)
-
3






























                                                                                                                      



UMUR PROYEK : 29 HARI
LITASAN KRITIS : B,D,H,N,O , L ,O , I , M
KEGIATAN
SPAi
SPAj
SPLj
LN
SPLi
TF
FF
IF
A
0
7
7
7
0
0
0
0
B
7
12
12
5
7
0
0
0
C
12
23
23
7
12
4
4
4
D
12
18
18
6
12
0
0
0
E
7
9
12
2
7
3
0
0
F
12
15
18
3
12
3
0
0
G
12
15
18
3
12
3
0
0
H
18
23
23
5
18
0
0
0
I
18
23
23
5
18
0
0
0
J
15
19
23
4
18
4
0
-3
K
15
23
23
3
18
5
5
2
L
23
26
26
3
23
0
0
0
M
23
26
26
3
23
0
0
0
N
23
26
26
3
23
0
0
0
O
26
29
29
3
26
0
0
0



2 komentar:

  1. Assalamualaikum, makasih udah di post, masih ada filenya kah ?

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum, makasih udah di post, masih ada filenya kah ?

    BalasHapus